
Mengembangkan AI-Driven Smart City dengan KAPASITAS Framework
Perkembangan 𝐀𝐫𝐭𝐢𝐟𝐢𝐜𝐢𝐚𝐥 𝐈𝐧𝐭𝐞𝐥𝐥𝐢𝐠𝐞𝐧𝐜𝐞 (𝐀𝐈) membuka babak baru dalam pembangunan kota cerdas. Smart City tidak lagi cukup dipahami sebagai kota yang memiliki banyak aplikasi, sensor, command center, atau layanan digital. Kota masa depan perlu memiliki kemampuan untuk 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐨𝐧𝐝𝐢𝐬𝐢, 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐭𝐚, 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐫𝐞𝐝𝐢𝐤𝐬𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧, 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐨𝐫𝐝𝐢𝐧𝐚𝐬𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐲𝐚𝐧𝐚𝐧, 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐦𝐛𝐢𝐥 𝐤𝐞𝐩𝐮𝐭𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐚𝐬𝐢𝐬 𝐛𝐮𝐤𝐭𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐡𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐤𝐞𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧.
Dari perspektif tersebut, 𝐀𝐈-𝐃𝐫𝐢𝐯𝐞𝐧 𝐒𝐦𝐚𝐫𝐭 𝐂𝐢𝐭𝐲 dapat dipahami sebagai ekosistem perkotaan yang memanfaatkan AI, data, teknologi digital, serta kolaborasi manusia untuk meningkatkan kualitas tata kelola, pelayanan publik, mobilitas, lingkungan, keamanan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.
Namun, AI saja tidak otomatis membuat sebuah kota menjadi cerdas. Teknologi yang maju tanpa kapasitas kelembagaan, tata kelola, integrasi data, kompetensi manusia, dan orientasi terhadap kebutuhan masyarakat justru berpotensi menghasilkan fragmentasi baru.
LINK: Mengembangkan AI-Driven Smart City dengan KAPASITAS Framework | LinkedIn



